Tes

Rabu, 28 Agustus 2013

Peresmian SD Muhammadiyah Imam Syuhodo Oleh Pak Din Syamsuddin



Sukoharjo – Pondok Pesantren Muhammadiyah Imam Syuhodo menggelar Tabligh Akbar dalam rangka serah terima wakaf dan peresmian gedung SD Muhammadiyah Imam Syuhodo di Komplek Qatar Charity Kampus II Pondok Pesantren Muhammadiyah Imam Syuhodo Blimbing Sukoharjo Jawa Tengah, pada Ahad 25 Agustus 2013. Acara ini sekaligus sebagai silaturrahmi akbar warga Muhammadiyah se-Cabang Blimbing karena diselenggarakan masih di suasana Idul Fitri 1434 H. Selain dihadiri warga Muhammadiyah se-Cabang Blimbing, tabligh akbar ini juga dihadiri perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Sukoharjo dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Solo Raya. Selain itu Tabligh Akbar ini juga dihadiri langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. DR. H. M. Din Syamsuddin, M.A. hadir pula dalam deretan tamu undangan Wakil Bupati Sukoharjo Drs. H. Haryanto, M.M, Wakil Ketua DPRD Sukoharjo H. Nurdin, Ketua Umum PDM Sukoharjo Dr. H. Guntur Subiyantoro, M.Si, Sekretaris Jenderal PDM Sukoharjo H. Djumari, S.Ag, M.Si, Camat Polokarto Pardi, S.Sos, dan Kepala Desa Wonorejo Rudi Gunawan.

Sebelum memberikan tausiyahnya dalam acara ini, Prof. DR. H. M. Din Syamsuddin, M.A. diminta menjadi saksi serah terima wakaf tanah dari keluarga H. Bambang Sadono yang diterima oleh Ketua Majelis Wakaf PCM Blimbing Ir. H. Rahman Haryanto. Kemudian dilanjutkan penyerahan bangunan SD Muhammadiyah dari keluarga besar Hj. Shofiyah Hadi Suyoto yang secara simbolis ditandai dengan penyerahan kunci kepada perwakilan SD Muhammadiyah Imam Syuhodo Ustadz Andika Rahmawan. Di akhir prosesi serah terima wakaf, Ketua Umum PP Muhammadiyah tersebut sekaligus menandatangani prasasti peresmian gedung SD dan simbolis pengguntungan pita dengan didampingi Dewan Kyai Pondok Pesantren Imam Syuhodo, K.H. Muhammad Ghufron, B.A dan K.H. Ahmad Sangidu, B.A.

Acara semakin semarak karena selain serahterima wakaf dan persemian SD, acara juga diisi dengan penyerahan santunan dari Hj. Shofiyah pada anak-anak Panti Asuhan PKU Muhammadiyah Cabang Blimbing. Kemudian dilanjutkan penyerahan wakaf Alqur’an secara simbolis dari Direktur LAZISMU PDPM Sukoharjo Eko Pujiatmoko, S.E kepada Ketua Umum PCPM Blimbing Qiqin Afandi untuk kemudian digunakan untuk kepentingan umat. Direktur Pondok Pesantren Imam Syuhodo Ustadz K.H. Yunus Muhammadi menyampaikan, pendirian SD Imam Syuhodo ini sekaligus menjawab kegalauan para orang tua santri alumni TK/BA Imam Syuhodo yang belum menemukan sekolah lanjutan setelah lulus. Menurutnya, hal ini menjadi salah satu indikator bahwa semakin hari kepercayaan masyarakat terhadap Pesantren Imam Syuhodo semakin tinggi.

“Indikator kepercayaan masyarakat kepada pesantren kita ada dua hal. Yang pertama, semakin banyak masyarakat kaum muslimin yang mewakafkan tanah maupun bangunannya pada pesantren kita. Dan yang kedua, semakin hari kepercayaan masyarakat memasukkan putra-putrinya semakin tinggi hingga kita terpaksa harus banyak menolak santri yang mendaftar,” jelasnya. Mewakili keluarga besar pemberi wakaf, Brigjend. Inf. H. Ahmad Isnanto yang merupakan salah satu putra Hj. Shofiyah dalam amanatnya berpesan pada pengelola pesantren agar bisa menjalankan amanah wakaf dengan sebaik-baiknya, dengan akuntabel dan transparan. “Pesan kami, kembangkan Pondok Pesantren ini secara berkelanjutan dan terus menerus sehingga menjadi pondok pesantren unggulan dan menjadi kebanggaan masyarakat. Diharapkan kedepan semakin bisa dan mampu mengikuti dengan perkembangan IPTEK yang sejalan dengan iman dan takwa sehingga dapat mengikuti perkembangan jaman,” lanjutnya. Sementara itu,Sekretaris Jenderal PDM Sukoharjo H. Djumari, S.Ag, M.Si mewakili Ketua Umum PDM dalam sambutannya mengingatkan pada jamaah mengapa KH. Ahmad Dahlan diangkat sebagai pahlawan nasional sehingga kita bisa meneladaninya. Beliau mengingatkan pula bahwa kemunduran umat Islam saat ini adalah karena semakin menjauh dari ajaran dan akhlak Islam, sehingga kita sebagai warga Muhammadiyah harus  memperbanyak amal dan berjuang untuk tegaknya akhlak dan moral yang Islami.

Sedangkan Wakil Bupati Sukoharjo Drs. H. Haryanto, M.M dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada Pesantren Imam Syuhodo yang baru saja meresmikan unit pendidikan baru, yaitu SD. “Semoga SD Muhammadiyah Imam Syuhodo nantinya mampu melahirkan generasi yang berkualitas, mampu melahirkan manusia baru sebagai intelektual yang ulama dan ulama yang intelektual. Manusia yang teguh dalam ilmu dan iman,” harapnya. Setelah beberapa sambutan selesai dan tiba giliran Prof. DR. H. M. Din Syamsuddin, M.A. memberikan tausiyahnya, beliau sempat membuka dengan candaan. “Kalau ditempat lain disebut tabligh akbar karena pembicaranya tokoh nasional, ada lagi di lain tempat karena jamaah yang diundang banyak. Kalau disini, disebut tabligh akbar karena pembicaranya banyak,” katanya yang disambut riuh tawa jamaah yang hadir. Selanjutnya, tokoh nasional dengan nama lengkap M. Sirajuddin Syamsuddin ini juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada keluarga Hj. Shofiyah dan H. Bambang Sadono yang sudah mengamanahkan wakafnya kepada persyarikatan. Beliau juga berpesan kepada para pimpinan persyarikatan dimanapun agar bisa menjaga kepercayaan masyarakat kepada Muhammadiyah tersebut dengan mengelolanya dengan sebaik-baiknya, karena hal tersebut adalah salah satu yang menjadikan Muhammadiyah menjadi besar.

Prestasi Pendidikan Muhammadiyah
Ketua Umum PP Muhammadiyah dua periode ini juga memberikan contoh bahwa banyak siswa sekolah-sekolah yang dikelola Persyarikatan Muhammadiyah semakin hari semakin menunjukkan prestasinya baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional. “Muhammadiyah adalah pelopor pendidikan nasional. Maka sekolah Muhammadiyah harus senantiasa tampil dengan ciri khas, kelebihan dan keunikan lembaga Muhammadiyah,” lanjutnya. Beliau juga berpesan secara khusus kepada Ustadz K.H. Yunus Muhammadi yang juga Ketua Umum PP Ittihad Al Ma’ahid Al Muhammadiyah (ITMAM)/Perhimpunan Pesantren Muhammadiyah agar mempertahankan posisi Pesantren Imam Syuhodo yang selama ini dijadikan percontohan oleh pesantren lain maupun oleh pimpinan persyarikatan yang akan mendirikan pesantren diseluruh Indonesia.

Muhammadiyah dan Politik
Pada akhir-akhir ceramah, Prof. DR. H. M. Din Syamsuddin, M.A. mengingatkan bahwa sebentar lagi rakyat Indonesia sebentar lagi akan menghadapi tahun politik pada 2014 nanti. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Muhammadiyah selalu saja seperti gadis cantik yang menjadi incaran para politisi. Maka beliau berpesan kepada para pimpinan persyarikatan agar tidak menjual diri. Din Syamsuddin, mengimbau kepada masyarakat untuk lebih cerdas dalam menggunakan hak pilihnya. Ia bahkan mengizinkan masyarakat untuk tidak menggunakan hak pilihnya jika merasa tidak ada pemimpin yang sesuai dengan hati sanubari. Beliau juga mengatakan selama ini Muhammadiyah memilih jalur perjuangan melalui budaya, dakwah dan pelayanan sosial. Sementara para politikus memilih melakukan perjuangan melalui sistem struktural.

Fenomena yang terjadi dalam politik praktis saat ini, lanjutnya, adalah kekuatan uang. Banyak politikus bermain curang demi mendapatkan kekuasan tersebut. Oleh karena itu, ia berharap masyarakat saat ini semakin cerdas. “Jangan mau menjadi korban politik. Anda harus benar-benar tahu apa yang diberikan oleh politikus. Gunakan hati sanubari, kalau memang tidak ada yang cocok tidak memilih tidak apa-apa,” jelasnya. Beliau menyebutkan selama ini Persyarikatan Muhammadiyah tidak berrafiliasi dengan partai politik manapun. Jika ada anggota Muhammadiyah yang terlibat di politik kekuasaan, harus membawa nilai-nilai ke-muhammadiyahan.

“Muhammadiyah tidak berpolitik kekuasaan. Muhammadiyah juga bukan organisasi politik dan tidak berafiliasi kepada partai politik manapun secara kelembagaan,” tegasnya. Beliau mengimbau kepada warga Muhammadiyah untuk menerapkan nilai prinsip. Baik perjuangan melalui dakwah ataupun politik melalui jalur struktural sama pentingnya. Beliau juga mengingatkan  pelaku poltik di tingkat struktural agar jangan menyeleweng karena dapat merugikan rakyat. Partisipasi politik diserahkan ke individu masing-masing. Kendati demikian, beliau menekankan kepada jamaah yang hadir dalam tabligh akbar itu untuk bersikap cerdas dalam menyalurkan haknya.

Dengan diresmikannya SD Muhammadiyah Imam Syuhodo, kini Pondok Pesantren Imam Syuhodo telah lengkap memiliki unit pendidikan dasar dan menengah, yaitu Bustanul Athfal (BA), Sekolah Dasar (SD), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Takhasus (Pra-SMA), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

M.Nasridini
(Ketua Bid.Kominfo PCPM Blimbing)


sumber: http://www.sangpencerah.com/2013/08/peresmian-sd-muhammadiyah-imam-syuhodo.html

Sabtu, 27 Juli 2013

POSKO DA'I MUDIK 2013

Siswa SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo sedang memperbaiki kendaraan pemudik

Wartaislam.com 6 Agustus 2013—Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah (LAZISMU) Pemuda Muhammadiyah Sukoharjo membuka layanan posko mudik. Bagi para pemudik baik yang menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua dapat istirahat sejenak sambil memanfaatkan layanan yang ada sebelum melanjutkan perjalanan. Posko Lebaran Dai Mudik ini bisa menjadi alternatif tempat istirahat yang aman sekaligus nyaman. Selain dapat beristirahat sejenak,pemudik juga bisa menikmati layanan tambahan seperti cek kesehatan dari RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo, cek kendaraan ringan oleh Siswa SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo, juga bisa menikmati hidangan takjil bahkan sahur. Bagi yang badannya merasa kelelahan bisa juga menikmati layanan pijat, namun layanan pijat ini hanya khusus kaum pria saja yang dilakukan anggota Tapak Suci. Uniknya semua layanan disediakan secara cuma-cuma alias gratis.

Seperti yang dituturkan Andi Gunaryanto (21) selaku Koordinator di posko mudik di kawasan Kabupaten Sukoharjo, Selasa (6/8/2013), posko yang di buka sejak 4 Agustus lalu sudah disinggahi puluhan pemudik.Posko yang terletak di depan Masjid Agung Sukoharjo yang merupakan jalur mudik dari kawasan Jateng bagian barat atau utara juga dari arah Yogyakarta menuju Jatim bagian selatan ini sudah menjadi langganan.
“Rata-rata setiap hari ada 10 hingga 20 pemudik yang istirahat disini, ada yang dari Jakarta mau ke Wonogiri atau dari Semarang mau ke Pacitan.Namun sejak kita buka baru pemudik dengan sepeda motor yang singgah mas,”ujar Andi.

Andi yang mengaku baru tahun ini menjadi petugas jaga menambahkan bahwa posko buka selama 24 jam sementara untuk operasionalnya para petugas terbagi dalam tiga shif. Pertama pukul 18.00 hingga 02.00, kedua pukul 02.00 hingga 07.00 dan terakhir pukul 07.00 hingga 18.00. Di posko mudik Lazismu juga disediakan ambulance sebagai pendukung kelancaran operasional. Meski sudah beberapa malam ia dan 15 kawannya menjadi petugas jaga, namun ia merasa senang dapat membantu umat terutama para pemudik yang berkenan singgah. Ia justru menghimbau bagi para pemudik yang sudah merasa lelah dan mengantuk untuk tidak memaksakan diri terus mengendarai motornya. “Lebih baik istirahat saja dulu, kalau sudah fresh lagi silakan dilanjutkan, semoga selamat sampai tujuan,”pesannya.

Kado Lebaran 200 Anak Yatim



NGUTER – Baitul Maal BMT Arafah bekerjasama dengan LAZISMU Unit PDPM mengadakan acara kado lebaran untuk 200 anak yatim dan dhuafa di Gedung Sabdo Palon, Jum’at (26/7) sore. Diikuti oleh 200 anak yatim dan dhuafa dari seluruh Sukoharjo, acara tersebut berjalan dengan lancar dan tertib.
 

Acara tersebut dihadiri juga perwakilan dari Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sukoharjo dan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Sukoharjo yang diwakili oleh Bapak Sarno. Selain itu, terlihat juga puluhan remaja masjid setempat yang ikut meramaikan acara tersebut.  Dalam acara tersebut, panitia juga menghadirkan Ust. Wiwaha Aji Santosa untuk memberikan tausiyah dalam acara sore itu.
 

Acara bagi-bagi kado lebaran ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga kalinya dari Baitul Maal BMT Arafah. Sebagaimana yang diungkapkan Manager BMT Arafah, Rakhmat Setyawan, dalam sambutannya, “Ini bukan acara kita yang pertama kali. Kita sudah mengadakannya sejak 2 tahun sebelumnya. Dan Alhamdulillah tahun ini kita bisa mengadakannya lagi dengan kerjasama dari LAZISMU PDPM, dan kita juga bisa menambah jumlah kado lebaran untuk tahun ini menjadi 200, dari tahun sebelumnya yang hanya 100 Bingkisan, kami juga haturkan terima kasih kepada para Donatur yang telah membantu acara ini.”
Sementara itu ketika diwawancarai mengenai tujuan dari kegiatan ini, Ketua LAZISMU unit PDPM Eko Pujiatmoko mengatakan, “Tujuan acara ini untuk membantu saudara kita yang yatim piatu maupun yang kurang mampu. Juga untuk berbagi kebahagiaan dengan mereka di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.” 


Dalam acara sore itu terlihat kebahagiaan para peserta yang mengikuti acara tersebut. Seperti yang diungkapkan salah satu peserta dari Panti Miftahul Jannah, Bambang, “Ya saya seneng banget mas. Ini dapet sarung sama uang. Tadi juga kita bisa buka bersama sama temen-temen yang lain.” Juga yang diungkapkan oleh peserta lain, Niken, “Ya kita seneng donk mas. Semoga acara kaya gini bisa diadakan tiap tahun, syukur-syukur tiap bulan, atau tiap hari. ” ujarnya sambil bercanda.


Rabu, 24 Juli 2013

Ramadhan, LAZISMU Siaran di TOP FM

Ipmawan Hajri (kanan) memandu jalannya Talkshow Interaktif di Radio RSPD

LAZISMU unit PDPM selama bulan Ramadhan 1434H ini akan melakukan siaran di 105.9 TOP FM RSPD Sukoharjo. Siaran ini akan dilakukan rutin setiap hari Ahad mulai pukul 16.30 sampai dengan pukul 17.30 WIB bersama narasumber dari jajaran pengurus LAZISMU unit PDPM Sukoharjo. Siaran ini merupakan salah satu program Ramadhan LAZISMU dalam upaya lebih mengenalkan dan mendekatkan LAZISMU kepada masyarakat luas. Selain itu, siaran yang berupa dialog interaktif ini juga bertujuan untuk lebih memahamkan masyarakat tentang zakat, infaq, shodaqoh, dan hal-hal yang berhubungan dengan amaliyah Ramadhan. “Jadi siaran kita ini memang berupa dialog interaktif dengan pendengar yang pembahasan lebih mengarah pada pengenalan LAZISMU dan memahamkan masyarakat mengenai hal-hal yang berhubungan dengan ZIS (zakat, infaq, shodaqoh, red).” Ujar Eko Pujiatmoko, ketua LAZISMU unit PDPM.

Dalam siaran dialog interaktif tersebut, pihak LAZISMU akan mendatang dua narasumber dalam setiap kesempatan dan dipandu oleh seorang moderator dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Setiap narasumber nantinya akan memiliki focus ataupun spesialisasi tersendiri. Narasumber pertama merupakan pembicara yang akan banyak membahas tentang LAZISMU, dan narasumber kedua akan banyak berbicara mengenai tinjauan syariah dari ZIS itu sendiri. So, jangan ketinggalan untuk selalu menyimak dialog interaktif LAZISMU unit PDPM di 105.9 TOP FM RSOD setiap hari Ahad pukul 16.30-17.30 selama Ramadhan. Dan bagi tiga penelpon yang beruntung di setiap kesempatan akan mendapatkan bingkisan dari Jamu Sabdo Palon. Ikuti terus siarannya ya… (Farizan Hazmi)


IPM adakan Kajian dan Buka Bersama


GROGOL – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kab. Sukoharjo mengadakan kajian sekaligus buka puasa bersama di kediaman ketua umum PD IPM Sukoharjo Pendriyono, Sabtu (13/7). Acara yang merupakan program kerja rutin dari PD IPM Sukoharjo tersebut diisi oleh alumni IPM Sukoharjo yang saat ini aktif menjadi anggota Pemuda Muhammadiyah, Muhammad Nasridini.


Di hadiri oleh puluhan ipmawan dan ipmawati di Sukoharjo, acara pengajian tersebut berlangsung dengan lancar. Dalam acara pengajian tersebut, Nasridini menyampaikan materi tentang gaya kepemimpinan Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa salam. Dalam penyampaiannya, Nasridini mengingatkan kepada para mustami’ bahwa Rasulullah dalam memimpin bukanlah hanya seorang konseptor, bukan hanya seorang yang membuat konsep lalu memerintahkan orang lain. Tetapi Rasulullah juga seorang eksekutor dalam setiap konsep yang beliau buat. Tidak hanya memerintah, tapi juga berbuat. Hal inilah yang betul-betul ditekankan oleh Nasridini kepada para pengurus IPM yang ada di kabupaten Sukoharjo.

Sementara itu, salah satu peserta kajian yang juga Ketua Umum PD IPM Sukoharjo, Pendriyono mengungkapkan, “Apa yang disampaikan mas Nasri dalam pengajian tadi benar-benar bisa menjadi pembelajaran bagi saya khususnya dan bagi seluruh pengurus IPM di Sukoharjo baik dari tingkat daerah hingga ranting, bahwa dalam memimpin, kita harus selaras antara perkataan dan perbuatan.” Senada dengan Pendriyono, banyak peserta yang merasakan manfaat dari kajian ini. Seperti yang diungkapkan oleh peserta lain, Agung Prabowo, “Ini bisa jadi introspeksi bagi kita. Apakah kita sudah memimpin seperti kepemimpinan Rasulullah di zaman dahulu atau belum.”


Setelah kajian usai, acara pada hari itu diakhiri dengan buka puasa bersama yang diikuti oleh pimpinan IPM baik dari tingkat ranting, cabang maupun daerah. Pada saat buka puasa, terlihat rasa kebersamaan yang terjalin antar ipmawan maupun ipmawati. “Acara ini kan selain buat nambah ilmu, juga buat menambah keakraban antar pimpinan IPM. Yang di daerah bisa lebih kenal dengan yang di cabang dan di ranting. Begitu juga sebaliknya.” Ungkap seorang ipmawan dari Kartasura yang namanya tidak mau disebutkan. (farizan Hazmi)

LAZISMU Galang Dana di Pengajian Aisyiyah Nguter


NGUTER – LAZISMU unit PDPM dengan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) dan PCA (Pimpinan Cabang Aisyiyah) Nguter bekerjasama mengadakan aksi galang dana untuk banjir Cilacap. Aksi galang dana yang merupakan inisiatif dari MDMC Sukoharjo ini diadakan bertepatan dengan pengajian bulanan PCA Nguter di Gedung Sabdo Palon, Minggu (14/7) siang.

Dalam aksi tersebut, MDMC beserta LAZISMU membuat posko galang dana dalam acara pengajian yang dihadiri lebih dari 1000 jamaah. Pengajian Aisyiyah yang rutin diadakan setiap bulan tersebut memang sengaja dimanfaatkan oleh tim dari LAZISMU dan MDMC sebagai sarana untuk menggalang dana, sebagaimana yang diungkapkan ketua LAZISMU Unit PDPM Eko Pujiatmoko, “Kita memang sengaja memanfaatkan momentum pengajian Aisyiyah di Nguter ini sebagai sarana untuk menggalang dana. Karena kita melihat bahwa Aisyiyah di Nguter ini memiliki anggota yang sangat banyak, dan antusiasme mereka dalam mengikuti pengajian ini sangatlah besar.”

Kader Muda AMM Nguter


pengumpulan dana


Aksi galang dana ini mampu mengumpulkan dana sebesar Rp.1.100.000,00 yang merupakan sumbangan dari seluruh anggota PCA Nguter. Dana ini nantinya akan disalurkan melalui MDMC Jawa Tengah kepada korban banjir di Cilacap, sebagaimana yang diungkap oleh perwakilan dari MDMC Jawa Tengah Andi Gunaryanto, “Alhamdulillah disini kita dapat uang segini, nanti Insya Allah akan kami salurkan kepada saudara kita yang tertimpa musibah banjir di Cilacap.” (Farizan Hazmi)

Wakil Ketua MPR Kunjungi Konter LAZISMU Unit PDPM


Kunjungan Drs. H. Hajriyanto Y Thohari, MA. ke konter Ramadhan LAZISMU.


SUKOHARJO – Wakil Ketua MPR Drs. H. Hajriyanto Y Thohari MA. mengunjungi konter Ramadhan LAZISMU Unit PDPM Sukoharjo, Minggu (7/7) siang. Didampingi oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo dr. H. Guntur Subiyantoro, beliau melakukan kunjungan hampir selama satu jam di konter yang terletak disebelah utara Masjid Agung Baiturrohman Sukoharjo tersebut.


Dalam kunjungan tersebut, Pak Hajriyanto yang sebelumnya telah menyaksikan launching LAZISMU Unit PDPM ketika acara hari ber-Muhammadiyah banyak memberikan masukan kepada pengurus LAZISMU untuk perkembangan LAZISMU Unit PDPM ke depannya. “LAZISMU ini (unit PDPM, red) sudah punya kantor yang bagus. Tinggal bagaimana kedepannya LAZISMU ini bisa mengembangan network dalam penggalangan dananya.”, ungkap Pak Hajriyanto disela-sela diskusinya dengan pengurus. Selain itu, lanjut pak Hajriyanto, “Yang penting saat ini, bagaimana teman-temannya di LAZISMU bisa melakukan koordinasi yang baik dengan BAZDA (Badan Amil Zakat Daerah, red). Agar nanti semua proses bisa jelas. Mulai dari fund risingnya, sampai proses distribusinya.”


Selain melakukan kunjungan ke konter dan berdiskusi dengan pengurus, Pak Hajriyanto menyempatkan diri untuk menghadiri acara jamuan makan siang yang diadakan oleh pengurus LAZISMU unit PDPM di rumah makan Embun Pagi. “Sebenarnya saya ini baru dikejar waktu. Tapi karena teman-teman LAZISMU mengundang, ya saya ga bisa nolak.”, ujar Pak Hajriyanto disela-sela jamuan makan siang. Diakhir kunjungannya ke konter LAZISMU dan jamuan makan siang, Pak Hajriyanto juga memberikan sejumlah uang ke LAZISMU Unit PDPM untuk dikelola dan disalurkan oleh LAZISMU Unit PDPM kepada pihak yang membutuhkan. (Farizan Hazmi)